logo

Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah

Video yang berisi tentang cara penyelesaian perkara ekonomi syariah dengan acara yang sederhana
Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

SIWAS

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
SIWAS

JADWAL SIDANG

jwdl sdng

 Pengadilan Agama memberikan kemudahan akses informasi jadwal sidang untuk para pihak yang sedang berperkara.

SIPP

sippabc

Melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), anda akan mengetahui tahapan, status dan riwayat perkara.

 
 

 SIWAS

 

SIWAS adalah aplikasi pengaduan yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

.

 

TABAYUN

Bantuan Panggilan dari Pengadilan Agama Lain Ke Pengadilan Agama Jakarta Barat

INFO PERKARA

sippabc

Melalui Info Perkara ini anda akan mengetahui tahapan, status dan riwayat perkara.

Selamat Datang di Website Resmi Pengadian Agama Jakarta Barat

APLIKASI - APLIKASI  PENDUKUNG

   

   

 

Jumat, tanggal 22 Juni 2018, tepat jam 09.00, bertempat di Aula Pengadilan Agama Jakarta Barat, dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dua pejabat, yaitu Drs. Safe'i Agustian sebagai Sekretaris dan Haryanti, SH. sebagai Kasub. Bag. Umum dan Keuangan. Sebelumnya Drs. Syafe'i menjabat sebagai Kasub. Bag. Umum dan Keuangan Pengadilan Agama Jakarta Barat dan Haryanti, SH. sebagai Kasub. Bag. Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Acara Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Agama Jakarta Barat, Drs. Rusman Mallapi, S.H., M.H. berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 240/SEK/Kp.I/SK/V/2018 tanggal 22 Mei 2018. Bertindak sebagai saksi pada pengambilan sumpah jabatan adalah H. Hafani Baihaqi, Lc., S.H. dan Mohammad Hambali, S.H.

 

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Jakarta Barat berpesan agar kedua pejabat dapat melaksanakan tugas sesuai Tupoksi masing-masing dengan baik, dan beliau yakin keduanya mampu memberikan yang terbaik mengingat pengalaman sebelumnya yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Beliau juga berharap dengan pengisian jabatan yang selama ini kosong, untuk ke depan Pengadilan Agama Jakarta Barat dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat pencari keadilan. Selain itu, disampaikan pula bahwa pada bulan sebelumnya juga telah dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kasub. Bag. Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan serta Juru Sita dan Juru Sita Pengganti, sehingga dengan adanya personil baru pada beberapa jabatan tersebut, diharapkan dapat tercipta kerjasama yang lebih baik dan kompak serta dapat bersinergi demi terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan pelepasan beberapa pegawai yang telah mutasi ke Pengadilan lainnya di wilayah DKI Jakarta, yaitu : H. Asmadih Mahmud Syukri Lc. dan Abdul Ghofur ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan, serta Imam Sya'bani Choir dan Naharudin ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Keempat pegawai tersebut selama ini dinilai berkinerja baik, semoga di tempat tugas yang baru, dapat melaksanakan tugas dengan baik pula. Turut hadir pada acara ini, Drs. Syukri. S.H., M.H. selaku Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama Jakarta Pusat dan Pengadilan Agama Jakarta Timur, serta seluruh Hakim dan Pegawai Pengadilan Agama Jakarta Barat.

Acara ditutup dengan do'a yang dipandu oleh Drs. H. Ubaidillah, M. Sy. dan pemberian ucapan selamat kepada pejabat yang baru dilantik.

 

Pada pukul 13.00 WIB, pada hari yang sama juga dilaksanakan acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Pengadilan Agama Jakarta Barat. Acara ini diikuti oleh seluruh Hakim dan Pegawai Pengadilan Agama Jakarta Barat, dan dihadiri pula oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta dan beberapa tamu undangan dari Pengadilan Agama se-wilayah DKI Jakarta, tidak ketinggalan mantan pegawai Pengadilan Agama Jakarta Barat yang telah pindah/mutasi pun turut hadir.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Rustam Effendi, S.H. dan selanjutnya disampaikan pembukaan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta. Dalam sambutannya beliau menyampaikan laporan Tim Sidak yang diutus PTA. DKI Jakarta ke Satker Pengadilan Agama Jakarta Barat pada tanggal 21 Juni 2018, bahwa seluruh Hakim dan pegawai hadir tanpa terkecuali. Selain itu beliau juga berpesan perlunya mempertahankan dan meningkatkan sikap disiplin di masa-masa yang akan datang. Karyawan yang disiplin akan membentuk wajah satker yang cantik nan indah. Bila karyawan tidak disiplin, jangan berharap satker akan berwajah indah dan dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sebagaimana sabda Nabi yang menjelaskan indahnya suatu taman, yang apabila taman itu terisi oleh 5 hal, yaitu:

1.  Ilmunya para ulama

2. Pemimpin yang adil

3. Pedagang yang jujur

4. Hamba yang rajin beribadah

5. Karyawan yang jujur dan disiplin.

Bila taman tersebut konteksnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka sebenarnya dapat dikontekstualisasikan dalam wilayah yang lebih kecil, termasuk Pengadilan Agama Jakarta Barat. Maka sekali lagi sikap mental (mind set) dan sikap disiplin senantiasa harus terus ditingkatkan.

Pada inti acara Halal Bi Halal disampaikan tausiah oleh KH. Syafii Mustawa mengenai pentingnya untuk saling maaf memaafkan selama masih hidup di dunia agar kelak di akhirat nanti tidak ada tuntutan dari orang yang kita dzalimi. Maka jika mempunyai kesalahan atau telah mendzalimi orang lain, hendaknya segera meminta maaf karena jika tidak, maka pahala ataupun kebaikan yang kita miliki akan menjadi milik orang yang telah terdzalimi. Dan jika telah habis kebaikan kita maka dosa orang tersebut akan menjadi tanggungan kita. Na’udzubillahimindzalik. Selanjutnya semua peserta Halal Bi Halal saling bersalaman dan saling memaafkan untuk lebih membersihkan diri dari noda dan kesalahan, sekaligus merupakan bukti eratnya rasa persatuan dan persaudaraan antar sesama.

 

Pada penghujung rangkaian acara dilakukan peresmian Mushola Al-Islah yang terletak di basement Gedung Pengadilan Agama Jakarta Barat, bersebelahan dengan ruang Pelayanan Posbakum.

Dibuat oleh: Windarti, S.E., M.H., M.B.A.

  • Artikel
  • Kegiatan Hukum / Hasil Penelitian
  • Info Lain 1
  • Info Lain 2

MENGIRA MALAIKAT, NYATANYA SETAN

Oleh :    DR. Amam Fakhrur

               (Ketua Dewan Pakar MD; KAHMI Madiun; dan Alumni Pesantren YTP Kertosono.

    

       Pemeluk agama samawi meyakini adanya malaikat, iblis, jin dan setan. Malaikat adalah pesuruh Allah yang Ia ciptakan dari nur yang masing-masing malaikat mempunyai tugas yang berbeda. Para malaikat tunduk taat kepada Allah, job-nya hanya taat dan menyembah kepada-Nya, tak sedikitpun perintah ditanggalkannya, tak secuilpun larangan dilanggarnya. Ia makhluk tanpa opsi, sehingga tak melekat dosa padanya.

     Adapun jin adalah adalah makhluk yang tercipta dari api yang sangat panas. Sebagian darinya ada yang beriman kepada Allah dan sebagiannya tidak. Jin dapat melihat manusia, sementara manusia tidak dapat melihat wujud asli jin. Terkadang jin dapat menampakkan dirinya dengan wujud lain di mata manusia. Gondoruwo, kuntilanak, pocong, babi ngepet, sejatinya adalah penampakan jin di mata manusia.

     Leluhur jin adalah iblis, jadi iblis adalah oknum jin yang dahulu pernah dekat dengan Allah, namun kemudian ia mendurhakainya dan mengingkarinya setelah tidak bersedia berhormat kepada adam, sebagai manusia pertama, karena congkak dan sombongnya. Iblis turun ke dunia untuk menggoda manusia dan beranak pinak dalam komunitas jin.

     Dengan demikian, setan adalah makhluk dari bangsa jin yang senantiasa mengajak dan membisikkan kepada manusia untuk berperilaku keji dan jahat. Ia selalu memberi janji dan angan-angan kosong kepada manusia. Sehingga sebagian pendapat menyatakan bahwa setiap manusia ditempeli setan dari bangsa jin yang selalu membisikkan hawa nafsu jahat dan kemaksiatan yang kerap disebut qarin. Namun manusia selain ada bisikan jahat ada juga bisikan baik, bisikan itu sejatinya adalah bisikan malaikat. Dalam perkembangannya setan tidak hanya dari bangsa jin, tetapi juga dari manusia, ia adalah setiap sifat yang mengajak kepada kemungkaran dan kemaksiatan, yang jauh dari nilai-nilai ke -Tuhanan, baik datang dari bangsa jin maupun manusia.

     Memang manusialah makhluk yang lahir mempunyai pilihan. Ia dicipta dengan mempunyai kemerdekaan dan otoritas untuk memilih keimanan atau keingkaran, memilih kebaikan atau keburukan. Manusia mempunyai kemampuan untuk memilih dengan potensi akal dan nurani yang dianugerahkan-Nya, dan sejauhmana memenej bisikan setan dan bisikan malaikat yang senantiasa datang.

     Bila manusia memilih kebaikan, kemajuan jaman akan menjadi berkah untuk kemanusiaan. Sebaliknya bila ia memilih jalan bisikan setan, permusuhan, kesombongan keserakahan, lalai perintah Sang Pencipta, maka yang terjadi adalah derita kemanusiaan yang berkepanjangan. Potensi yang dianugerahkan Allah kepada manusia dan bimbingan wahyu yang diturunkan melalui Rasul-Nya, sangat potensial manusia menerima bisikan baik dan menolak bisikan jahat.

Meskipun sudah jelas mana bisikan malaikat, berupa kebaikan dan mana bisikan setan berupa keburukan, manusia juga sering salah mengira, dikira malaikat, ternyata setan. Bisa terjadi, orang pergi haji yang sepulang dari ibadah haji, ia ingin gelar haji selalu tersandang dalam identitas namanya, ia marah bila gelar haji tertanggalkan oleh orang yang menyebut namanya. Membaca Al-Quran untuk mengingat Allah, tersisipi motivasi kompetisi demi materi dan gelar qari, dimata manusia. Orang berderma dan menjalankan filantropi Islam, tersisipi motivasi agar tersandang status dermawan. Mereka semua mengira berbuat atas bisikan malaikat, namun sejatinya berubah menjadi bisikan setan. Kebaikan yang tidak berorientasi kepada-Nya, hanyalah berdampak positif yang semu dan tidak berlangsung lama untuk tatanan kehidupan manusia.

     Maka Islam mengajarkan, agar seluruh amal kebajikan yang kita lakukan hendaknyalah murni tertuju kepada Allah, agar tercipta tatanan kehidupan yang harmonis dan diberikan jaza oleh-Nya. ( 15 Ramadhan 1439 H).

 

 

Artikel Lain

Kegiatan Hukum / Hasil Penelitian

1. ..............................

2. ..............................

3. ..............................

Kegiatan Hukum Lainya

Kreasi dari PA masing-masing

Kreasi dari PA masing-masing

Hubungi Kami

Pengadilan  Agama Jakarta Barat

Jl. Pesanggrahan Raya No. 32 Kel. Kembangan Selatan Kec. Kembangan Jakarta Barat

Telp    : (021) 58352092

Fax    : (021) 58352093

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.